Home > Uncategorized > Kehadiran Anak dalam Kehidupan Perkawinan

Kehadiran Anak dalam Kehidupan Perkawinan

Mitos : pasangan yang paling bahagia mengasuh anak bersama

realita : beberapa pasangan tidak terlalu banyak anak, merasa sangat bahagia. Apa yang kelihatannya penting bukan apakah pasangan tersebut memiliki anak atau tidak, namun apakah ereka sepakat bahwa anak seharusnya menjadi bagian dari kehidupan mereka atau tidak

fakta : anak – anka merupakan subjek dari pertengkaran pasangan yang paling sering, lebih dari seks, uang atau mertua. Anak bisa mengacaukan kesatuan pasangan, memperkenalkan elemen [erpisahan dan potensi konflik yang terus menerus

hal itu tidak berarti bahwa anak – anak membahayakan hubungan, sangat jauh dari persepsi ini, namunmengasuh anak memang sesuatu hal yang sangat susah , dengan berbagai ketidaksepakatan mengenai hal ini. Pasangan yang bahagia yang orang tuanya bergulat dengan konflik ini belajar satu sama lain, misalnya: seorang suami mengalami penderitaan kedisiplinan yang sangat parah, sementara isterinya sangat lemah lembut atau sayang dengan anakanya. Perbedaan semacam ini akan memberikan ketidaksepakatan yang terus berlanjut di antara mereka. Biasanya dia menyadari bahwa dia mampu memperoleh respon yang tepat yang dia inginkan dari anak – anak tanpa menjerit atau bertriak dan dia mulai menyikapi pendekatannya sendiri

Categories: Uncategorized Tags: